Akses Terbatas · Kelas Pascasarjana

Masukkan PIN Kelas

Simulasi ini hanya untuk mahasiswa. Masukkan PIN yang diberikan dosen.

Ruang Dosen →
Sekolah Pascasarjana · Human Capital Management

Transformasi Digital SDM Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kelompok Anda adalah Tim Ahli Independen yang ditugaskan membantu Kepala BGN yang baru membenahi tata kelola SDM program MBG pasca-krisis. Analisis berbasis teori UTAUT. Setiap anggota memegang satu bidang, lalu tim menyusun laporan rekomendasi konsultan untuk disampaikan kepada Kepala BGN.

Langkah 1 — Bentuk Tim Transformasi SDM

Daftarkan Kelompok & Bagi Peran

Isi nama kelompok dan nama anggota tiap jabatan. Tiap jabatan memegang satu konstruk UTAUT sebagai fokus. Keputusan diambil bersama; bila anggota kurang dari 5, satu orang boleh merangkap.

Panduan Teori — pelajari sebelum mengerjakan

UTAUT: Unified Theory of Acceptance and Use of Technology

UTAUT (Venkatesh dkk., 2003) menjelaskan apa yang membuat orang mau menerima dan benar-benar memakai sebuah teknologi. Dalam HRM, teori ini menjadi alat untuk merancang strategi adopsi: pelatihan, komunikasi, insentif, dan dukungan. Empat penentu utama menggerakkan niat dan perilaku penggunaan, dimoderasi oleh empat faktor.

DETERMINAN 1
Performance Expectancy

Keyakinan bahwa memakai sistem akan membantu kerja & meningkatkan kinerja. "Apakah aplikasi ini memudahkan tugas saya?"

DETERMINAN 2
Effort Expectancy

Persepsi kemudahan penggunaan. "Apakah aplikasi ini mudah dipelajari, tidak menambah beban?"

DETERMINAN 3
Social Influence

Pengaruh atasan, rekan, dan lingkungan. "Apakah pimpinan dan rekan saya memakai & mengharapkan saya memakainya?"

DETERMINAN 4
Facilitating Conditions

Infrastruktur & dukungan yang tersedia. "Apakah ada internet, perangkat, panduan, dan bantuan saat saya kesulitan?"

Moderator (memperkuat/memperlemah pengaruh determinan)

Usia, jenis kelamin, pengalaman, dan kesukarelaan penggunaan (voluntariness). Contoh: pekerja dapur berusia lebih tua dengan pengalaman digital rendah membutuhkan effort expectancy dan facilitating conditions yang jauh lebih kuat.

Inti untuk HRM: kebijakan yang baik tidak memaksa adopsi, melainkan menggarap keempat determinan secara sengaja — menunjukkan manfaat (PE), menyederhanakan (EE), menggerakkan pengaruh sosial (SI), dan menyediakan infrastruktur & dukungan (FC) — sambil menyesuaikan diri dengan moderator (usia, pengalaman, sukarela/wajib).

Model Hubungan UTAUT

Bagaimana Konstruk Saling Terhubung

Performance Exp. Effort Exp. Social Influence Facilitating Cond. Niat Memakai Perilaku Memakai Moderator: usia · jenis kelamin · pengalaman · kesukarelaan

PE, EE, dan SI mendorong niat memakai → mendorong perilaku memakai. FC memengaruhi perilaku secara langsung. Semua dimoderasi faktor demografis & kesukarelaan.

Latar Penugasan · Juni 2026

Penugasan Tim Ahli: Membenahi Tata Kelola SDM MBG Pasca-Krisis

Anda baru saja menerima surat penugasan. Bunyinya: "Kepada Tim Ahli Independen, sehubungan dengan pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional dan kebutuhan mendesak membenahi tata kelola, Saudara diminta menyusun rekomendasi strategis perbaikan manajemen sumber daya manusia program Makan Bergizi Gratis, khususnya peningkatan adopsi sistem digital, untuk disampaikan langsung kepada Kepala BGN yang baru."

Untuk memahami beratnya tugas ini, pelajari dulu duduk perkaranya secara menyeluruh.

Studi Kasus Nyata · Bagian 1 — Skala Program

MBG: Salah Satu Program Sosial Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program strategis nasional unggulan pemerintahan Presiden Prabowo. Skalanya luar biasa, dan anggarannya melonjak tajam dalam setahun:

Indikator20252026 (per Mei)
Anggaran programRp85,27 triliunRp268 triliun
Dapur SPPG beroperasi±12.508 unit (Okt'25)±29.225 unit
Tenaga kerja langsung di dapurratusan ribu±1.280.000 orang
Penerima manfaat harian±36,7 juta±62,45 juta orang
Pemasok / UMKM terlibat±18.895±142.387
Target dapur SPPG±32.000 unit

Sumber: Badan Gizi Nasional (BGN), pidato Presiden di DPR (20 Mei 2026), detikFinance, Kompas, Antara, Komdigi (Okt 2025–Mei 2026).

Penerima manfaat mencakup peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan santri. Presiden menyebut MBG telah membuka sekitar 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur SPPG.
Studi Kasus Nyata · Bagian 2 — SDM di Garis Depan

Dapur SPPG: Tulang Punggung yang Rapuh secara Digital

Setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah unit operasional yang memproduksi, mengemas, dan mendistribusikan makanan dengan SOP ketat — karena menyangkut kesehatan jutaan anak. Komposisi tenaga kerjanya bergantung kapasitas:

Kapasitas DapurJumlah PekerjaSusunan
±1.000 porsi/hari11–12 orang1 supervisor, 2 juru masak, 3 asisten masak, 2 tim persiapan bahan, 2 petugas cuci, 2 tim packing, 1–2 distribusi
±3.000 porsi/hari18–25 orangdiperbesar sesuai intensitas produksi & distribusi
Rata-rata nasional±47 relawan/SPPGtermasuk relawan operasional pelayanan

Profil yang Menentukan Segalanya

  • Latar pendidikan: mayoritas SMA; rentang dari lulusan SMA hingga sarjana gizi.
  • Status: sejak 1 Februari 2026, ±32 ribu pegawai SPPG diangkat menjadi PPPK/P3K; selebihnya relawan & pekerja harian.
  • Honor: Rp2–7 juta/bulan mengikuti UMK daerah (supervisor Rp4–7 jt; juru masak Rp3–5 jt; distribusi Rp2,5–4,5 jt).
  • Karakter kunci: tersebar dari kota besar hingga daerah 3T; sebagian besar bukan pekerja yang akrab teknologi digital.
Studi Kasus Nyata · Bagian 3 — Mandat Digital

Tiga Sistem Digital yang Wajib, Sekaligus

Demi transparansi dan akuntabilitas anggaran ratusan triliun, BGN mewajibkan setiap SPPG memakai beberapa sistem digital bersamaan:

SISTEM 1
Platform "Dialur"

Wajib mengunggah foto & video proses memasak, pengemasan, distribusi, ditambah data SDM, nota pembelian, dan jumlah penerima — tiap dua minggu.

SISTEM 2
Aplikasi Keuangan SPPG v04

Pelaporan keuangan digital agar siap diperiksa Inspektorat, BPKP, dan BPK.

SISTEM 3
Kemenkeu Learning Center

Pelatihan daring mandiri penyusunan laporan keuangan, diakses kapan saja — menuntut inisiatif & literasi digital.

TUJUAN
Transparansi & Deteksi Dini

Melacak tiap rupiah, dan mendeteksi dini masalah keamanan pangan — penting setelah kasus keracunan menutup puluhan SPPG.

Studi Kasus Nyata · Bagian 4 — Krisis yang Mengubah Segalanya

3 Juni 2026: Petinggi BGN Dicopot dan Ditahan

Pada 3 Juni 2026, Presiden mencopot Kepala BGN, dan Kejaksaan Agung menetapkan tiga eks pimpinan BGN sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG tahun anggaran 2025–2026: eks Kepala BGN beserta dua eks Wakil Kepala (Bidang Operasional dan Bidang Pengembangan Organisasi). Mereka ditahan di Rutan Salemba.

Dugaan Modus (sedang disidik)

  • Jual-beli izin/rekomendasi SPPG kepada yayasan yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai mitra.
  • Mark-up & pengadaan tak sesuai kebutuhan lapangan — disorot pengadaan motor listrik, televisi, puluhan ribu tablet, hingga sepatu dalam jumlah masif.
  • Pertanyaan publik: bagaimana pengawasan internal bisa lolos, dan mengapa penyimpangan tak terdeteksi lebih awal?
Inilah momen penugasan Anda. Kepala BGN baru mewarisi program raksasa yang ternoda krisis integritas, sistem pengawasan yang dipertanyakan, dan 1,28 juta pekerja yang sistem digital pelaporannya — justru tulang punggung transparansi — belum mereka adopsi dengan baik. Membenahi adopsi sistem digital kini bukan sekadar soal efisiensi, melainkan soal memulihkan kepercayaan dan akuntabilitas.
Studi Kasus Nyata · Bagian 5 — Akar Masalah SDM

Mengapa Sistem Digital Tak Diadopsi? (Temuan Lapangan)

Tim Anda mengumpulkan temuan dari survei lapangan ke 600 SPPG. Inilah hambatan adopsi yang harus Anda urai dengan UTAUT:

Hambatan adopsi sistem digital (% SPPG melaporkan, n=600) Pekerja gagap teknologi84% Beban kerja bertambah71% Internet/perangkat terbatas65% Pelatihan kurang memadai58% Tak paham manfaatnya47% Tak ada bantuan saat error33%

Angka survei bersifat ilustratif untuk pembelajaran, mencerminkan tantangan SDM nyata yang dilaporkan media & pengamat (Antara, Media Indonesia, 2026).

Jika dibiarkan

  • Pelaporan terlambat/asal → data tak terpercaya untuk pengawasan.
  • Masalah keamanan pangan terlambat terdeteksi → risiko keracunan.
  • Celah akuntabilitas → ruang penyimpangan baru di tengah sorotan.
  • Kepercayaan publik pada program makin tergerus.

Mandat Laporan Anda

Susun rekomendasi strategis SDM agar 1,28 juta pekerja dapur benar-benar mau & mampu memakai sistem digital MBG. Tiap rekomendasi wajib berpijak pada UTAUT dan layak dieksekusi di lapangan Indonesia — termasuk daerah 3T. Hasilnya menjadi laporan konsultan untuk Kepala BGN baru.

Pertanyaan pemandu: mengapa "wajibkan + sanksi" saja kemungkinan besar gagal menurut UTAUT? Konstruk mana yang paling lemah di lapangan MBG? Dan bagaimana pembenahan adopsi digital ikut menutup celah integritas yang baru saja terbongkar?
Langkah 2 — Kerjakan Tugas Sesuai Bidang UTAUT

Setiap Jabatan Menggarap Satu Konstruk

Tiap pemegang jabatan menjawab pertanyaan bidangnya — semuanya diikat ke konstruk UTAUT dan teori HRM. Klik Simpan bidang ini hingga chip menjadi hijau.

Langkah 3 — Konsensus Tim

Kebijakan Final & Persetujuan

Ketua Tim (peran A) merumuskan satu strategi SDM final berbasis UTAUT yang merangkum masukan semua bidang. Lalu setiap jabatan memberi persetujuan. Kebijakan sah bila seluruh tim menyetujui.

Persetujuan Tiap Jabatan

Langkah 4 — Proses & Laporan

Proses Hasil Kelompok

Setelah semua bidang terisi dan seluruh tim menyetujui, klik tombol berikut. SIRIUS AI menilai penerapan UTAUT pada strategi Anda dan menyusun laporan + grafik untuk dipresentasikan.