Daftarkan Kelompok & Bagi Peran
Isi nama kelompok dan nama anggota tiap jabatan. Tiap jabatan memegang satu konstruk UTAUT sebagai fokus. Keputusan diambil bersama; bila anggota kurang dari 5, satu orang boleh merangkap.
UTAUT: Unified Theory of Acceptance and Use of Technology
UTAUT (Venkatesh dkk., 2003) menjelaskan apa yang membuat orang mau menerima dan benar-benar memakai sebuah teknologi. Dalam HRM, teori ini menjadi alat untuk merancang strategi adopsi: pelatihan, komunikasi, insentif, dan dukungan. Empat penentu utama menggerakkan niat dan perilaku penggunaan, dimoderasi oleh empat faktor.
Keyakinan bahwa memakai sistem akan membantu kerja & meningkatkan kinerja. "Apakah aplikasi ini memudahkan tugas saya?"
Persepsi kemudahan penggunaan. "Apakah aplikasi ini mudah dipelajari, tidak menambah beban?"
Pengaruh atasan, rekan, dan lingkungan. "Apakah pimpinan dan rekan saya memakai & mengharapkan saya memakainya?"
Infrastruktur & dukungan yang tersedia. "Apakah ada internet, perangkat, panduan, dan bantuan saat saya kesulitan?"
Moderator (memperkuat/memperlemah pengaruh determinan)
Usia, jenis kelamin, pengalaman, dan kesukarelaan penggunaan (voluntariness). Contoh: pekerja dapur berusia lebih tua dengan pengalaman digital rendah membutuhkan effort expectancy dan facilitating conditions yang jauh lebih kuat.
Bagaimana Konstruk Saling Terhubung
PE, EE, dan SI mendorong niat memakai → mendorong perilaku memakai. FC memengaruhi perilaku secara langsung. Semua dimoderasi faktor demografis & kesukarelaan.
Penugasan Tim Ahli: Membenahi Tata Kelola SDM MBG Pasca-Krisis
Anda baru saja menerima surat penugasan. Bunyinya: "Kepada Tim Ahli Independen, sehubungan dengan pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional dan kebutuhan mendesak membenahi tata kelola, Saudara diminta menyusun rekomendasi strategis perbaikan manajemen sumber daya manusia program Makan Bergizi Gratis, khususnya peningkatan adopsi sistem digital, untuk disampaikan langsung kepada Kepala BGN yang baru."
Untuk memahami beratnya tugas ini, pelajari dulu duduk perkaranya secara menyeluruh.
MBG: Salah Satu Program Sosial Terbesar dalam Sejarah Indonesia
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program strategis nasional unggulan pemerintahan Presiden Prabowo. Skalanya luar biasa, dan anggarannya melonjak tajam dalam setahun:
| Indikator | 2025 | 2026 (per Mei) |
|---|---|---|
| Anggaran program | Rp85,27 triliun | Rp268 triliun |
| Dapur SPPG beroperasi | ±12.508 unit (Okt'25) | ±29.225 unit |
| Tenaga kerja langsung di dapur | ratusan ribu | ±1.280.000 orang |
| Penerima manfaat harian | ±36,7 juta | ±62,45 juta orang |
| Pemasok / UMKM terlibat | ±18.895 | ±142.387 |
| Target dapur SPPG | ±32.000 unit | |
Sumber: Badan Gizi Nasional (BGN), pidato Presiden di DPR (20 Mei 2026), detikFinance, Kompas, Antara, Komdigi (Okt 2025–Mei 2026).
Dapur SPPG: Tulang Punggung yang Rapuh secara Digital
Setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah unit operasional yang memproduksi, mengemas, dan mendistribusikan makanan dengan SOP ketat — karena menyangkut kesehatan jutaan anak. Komposisi tenaga kerjanya bergantung kapasitas:
| Kapasitas Dapur | Jumlah Pekerja | Susunan |
|---|---|---|
| ±1.000 porsi/hari | 11–12 orang | 1 supervisor, 2 juru masak, 3 asisten masak, 2 tim persiapan bahan, 2 petugas cuci, 2 tim packing, 1–2 distribusi |
| ±3.000 porsi/hari | 18–25 orang | diperbesar sesuai intensitas produksi & distribusi |
| Rata-rata nasional | ±47 relawan/SPPG | termasuk relawan operasional pelayanan |
Profil yang Menentukan Segalanya
- Latar pendidikan: mayoritas SMA; rentang dari lulusan SMA hingga sarjana gizi.
- Status: sejak 1 Februari 2026, ±32 ribu pegawai SPPG diangkat menjadi PPPK/P3K; selebihnya relawan & pekerja harian.
- Honor: Rp2–7 juta/bulan mengikuti UMK daerah (supervisor Rp4–7 jt; juru masak Rp3–5 jt; distribusi Rp2,5–4,5 jt).
- Karakter kunci: tersebar dari kota besar hingga daerah 3T; sebagian besar bukan pekerja yang akrab teknologi digital.
Tiga Sistem Digital yang Wajib, Sekaligus
Demi transparansi dan akuntabilitas anggaran ratusan triliun, BGN mewajibkan setiap SPPG memakai beberapa sistem digital bersamaan:
Wajib mengunggah foto & video proses memasak, pengemasan, distribusi, ditambah data SDM, nota pembelian, dan jumlah penerima — tiap dua minggu.
Pelaporan keuangan digital agar siap diperiksa Inspektorat, BPKP, dan BPK.
Pelatihan daring mandiri penyusunan laporan keuangan, diakses kapan saja — menuntut inisiatif & literasi digital.
Melacak tiap rupiah, dan mendeteksi dini masalah keamanan pangan — penting setelah kasus keracunan menutup puluhan SPPG.
3 Juni 2026: Petinggi BGN Dicopot dan Ditahan
Pada 3 Juni 2026, Presiden mencopot Kepala BGN, dan Kejaksaan Agung menetapkan tiga eks pimpinan BGN sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG tahun anggaran 2025–2026: eks Kepala BGN beserta dua eks Wakil Kepala (Bidang Operasional dan Bidang Pengembangan Organisasi). Mereka ditahan di Rutan Salemba.
Dugaan Modus (sedang disidik)
- Jual-beli izin/rekomendasi SPPG kepada yayasan yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai mitra.
- Mark-up & pengadaan tak sesuai kebutuhan lapangan — disorot pengadaan motor listrik, televisi, puluhan ribu tablet, hingga sepatu dalam jumlah masif.
- Pertanyaan publik: bagaimana pengawasan internal bisa lolos, dan mengapa penyimpangan tak terdeteksi lebih awal?
Mengapa Sistem Digital Tak Diadopsi? (Temuan Lapangan)
Tim Anda mengumpulkan temuan dari survei lapangan ke 600 SPPG. Inilah hambatan adopsi yang harus Anda urai dengan UTAUT:
Angka survei bersifat ilustratif untuk pembelajaran, mencerminkan tantangan SDM nyata yang dilaporkan media & pengamat (Antara, Media Indonesia, 2026).
Jika dibiarkan
- Pelaporan terlambat/asal → data tak terpercaya untuk pengawasan.
- Masalah keamanan pangan terlambat terdeteksi → risiko keracunan.
- Celah akuntabilitas → ruang penyimpangan baru di tengah sorotan.
- Kepercayaan publik pada program makin tergerus.
Mandat Laporan Anda
Susun rekomendasi strategis SDM agar 1,28 juta pekerja dapur benar-benar mau & mampu memakai sistem digital MBG. Tiap rekomendasi wajib berpijak pada UTAUT dan layak dieksekusi di lapangan Indonesia — termasuk daerah 3T. Hasilnya menjadi laporan konsultan untuk Kepala BGN baru.
Setiap Jabatan Menggarap Satu Konstruk
Tiap pemegang jabatan menjawab pertanyaan bidangnya — semuanya diikat ke konstruk UTAUT dan teori HRM. Klik Simpan bidang ini hingga chip menjadi hijau.
Kebijakan Final & Persetujuan
Ketua Tim (peran A) merumuskan satu strategi SDM final berbasis UTAUT yang merangkum masukan semua bidang. Lalu setiap jabatan memberi persetujuan. Kebijakan sah bila seluruh tim menyetujui.
Persetujuan Tiap Jabatan
Proses Hasil Kelompok
Setelah semua bidang terisi dan seluruh tim menyetujui, klik tombol berikut. SIRIUS AI menilai penerapan UTAUT pada strategi Anda dan menyusun laporan + grafik untuk dipresentasikan.