◉ Akses Gratis · Edukasi

Daftar untuk Membuka Dashboard

Isi data singkat berikut untuk membuka MAKRO://INDONESIA. Tanpa verifikasi email — setelah mendaftar, akses langsung terbuka.

Sudah pernah daftar? Masuk dengan email

Belum pernah daftar? Daftar dulu

Data pendaftaran dikumpulkan untuk basis data pengelola (Assoc. Prof. Dr. Emaridial Ulza, S.E., M.A.) dan tidak dibagikan ke pihak lain. Konten bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan.

USD/IDR16.312▼ 0,18%
IHSG7.214▲ 0,42%
BI-Rate5,75%▲ 25 bps
Inflasi YoY2,14%dlm target
PDB YoY5,02%
Utang/PDB40,8%batas 60%
LIVE
MAKRO://INDONESIA
CCTV Ekonomi Makro Indonesia
Keynes memetakan ekonomi sebagai tiga puncak gunung: sektor riil yang puncaknya kesempatan kerja, sektor finansial yang puncaknya suku bunga, dan sektor moneter yang puncaknya uang beredar. Terminal ini membaca ketiganya untuk Indonesia secara langsung. — Kerangka The General Theory of Employment, Interest & Money
Tiga Puncak Ekonomi · Posisi Indonesia Hari Ini
Sektor Riil · Puncak
Employment
Pengangguran (TPT) 4,82%
Finansial · Puncak
Interest Rate
BI-Rate 5,75%
Moneter · Puncak
Money
Pertumbuhan M2 6,8%
ΣPermintaan Agregat · Y = C + I + G + (X − M)
Kerangka inti Keynesian · PDB ≈ Rp 22.100 T
Semua "sisi" ekonomi makro dirangkum satu identitas Keynes: output nasional = konsumsi + investasi + belanja pemerintah + ekspor neto. Tiap komponen bermuara ke salah satu dari tiga puncak di atas.
C Konsumsi RT
54% PDB · ▲4,9%
I Investasi (PMTB)
29% PDB · ▲4,6%
G Belanja Pemerintah
9% PDB · ▲2,8%
X−M Ekspor Neto
+1,9% PDB
Papan Rambu · Batas Aman Ekonomi Negara
CCTV satu layar · status terhadap batas legal/target
Defisit APBN · Kemenkeu
2,48%
batas UU: maks 3,0% PDB
Aman
Rasio Utang · Kemenkeu
40,8%
batas UU: maks 60% PDB · Rp 9.920 T
Aman
Inflasi · Bank Indonesia
2,14%
sasaran BI: 2,5 ± 1%
Dalam sasaran
Utang Luar Negeri · BI
29,6%
ambang wajar: < 35% PDB
Sehat
Bunga Utang / Penerimaan
~19%
ambang internasional: ~15%
Perlu diawasi
CAR Perbankan · OJK
27,1%
minimum OJK: 8%
Sangat kuat
Cadangan Devisa · BI
5,6 bln
impor · min internasional 3 bln
Memadai
Buffer SAL · Kemenkeu
Rp 420 T
sebagian besar ditempatkan di Himbara
Perlu diawasi
Aliran Modal Asing · BEI
−Rp 33,8 T
net jual asing YTD 2026
Perlu diawasi
01Sektor Riil · Employment
BPS
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
4,82%▼ 0,29 pp YoY
Puncak gunung sektor riil menurut Keynes. Tren menurun = aggregate demand menyerap tenaga kerja. Membaik bila investasi & konsumsi tumbuh.
PDB · pertumbuhan YoY5,02%
PMI Manufaktur51,3 ekspansi
Indeks Keyakinan Konsumen125,4
Penjualan ritel · YoY2,1%
02Finansial · Interest Rate
RILIS BI
BI-Rate (BI 7-Day Reverse Repo)
5,75%▲ 25 bps · 18 Jun 2026
Puncak gunung finansial. Naik = mengerem inflasi & menjaga rupiah, tetapi cost of capital meningkat → menekan investasi.
IHSG · live7.214 ▲0,42%
Yield SUN 10Y6,82%
Pertumbuhan kredit · YoY9,8%
Suku bunga antarbank5,68%
03Moneter · Money
LIVE
Kurs USD/IDR · live
16.312▼ 0,18%
Cermin tekanan moneter. Rupiah melemah → imported inflation naik → mendorong BI menaikkan suku bunga (lihat Puncak 2).
Inflasi · YoY2,14% dlm target 2,5±1
Uang beredar M2 · YoY6,8%
Cadangan devisa · Mei 2026US$ 144,9 mds 5,6 bln impor
Uang primer (M0) · YoY5,1%
04Sektor Eksternal · Ekspor–Impor
BPS/BI
Neraca Perdagangan · bulanan
+3,1US$ mdssurplus
Inilah X − M dalam permintaan agregat. Surplus = sumber devisa & penopang rupiah (puncak moneter).
Ekspor · bulananUS$ 22,4 mds ▲5,2%
Impor · bulananUS$ 19,3 mds ▲3,1%
Transaksi berjalan · % PDB−0,8%
Utang luar negeri · % PDB29,6%
05Fiskal · Kemenkeu (G)
KEMENKEU
Utang Pemerintah · per Mar 2026
Rp 9.920T · 40,8% PDB
G dan pembiayaannya. Rasio utang masih di bawah batas UU 60% PDB; defisit dijaga di bawah 3% — disiplin fiskal membingkai resep stimulus Keynes.
Defisit APBN · % PDB2,48% batas 3%
Belanja negara 2026Rp 3.786 T
Pendapatan negara 2026Rp 3.148 T
Bunga utang 2026Rp 599 T ~19% pendapatan
06Buffer & Pembiayaan Fiskal · Kemenkeu
KEMENKEU
Saldo Anggaran Lebih (SAL) · bantalan fiskal
Rp 420Tdana darurat negara
SAL = akumulasi sisa lebih APBN tahun-tahun lalu — jaring pengaman saat defisit melebar atau harga energi melonjak. Catatan: sebagian besar (~Rp 300 T) ditempatkan di bank Himbara, sehingga buffer yang benar-benar likuid jadi perdebatan.
Keseimbangan primer · % PDB−0,3%
Rasio pajak · % PDB~10% tergolong rendah
SiLPA 2024 · sisa lebihRp 45,7 T
PDB per kapitaRp 83,8 jt
07OJK · Stabilitas Sektor Keuangan
OJK
Rasio Kecukupan Modal Bank (CAR)
27,1%min 8%
Penjaga kesehatan perbankan & pasar modal. Bank kuat = kredit mengalir ke investasi (I) → menopang employment.
Kredit macet (NPL) · gross2,2% rendah
Pertumbuhan kredit · YoY9,8%
LDR · likuiditas84,3%
Investor pasar modal15,2 jt SID
08Investasi & Kesejahteraan · BPS/BKPM
BPS/BKPM
Realisasi Investasi (PMA + PMDN) · 2025
Rp 1.931T▲ 12,7% YoY
Inilah I (investasi) dalam Y=C+I+G+(X−M); menyerap ~2,7 jt tenaga kerja → menopang puncak employment. Pertumbuhan berkualitas dilihat dari kemiskinan & ketimpangan yang menurun.
Tingkat kemiskinan8,47% turun
Rasio Gini · ketimpangan0,375
IPM · pembangunan manusia75,9
TPAK · partisipasi kerja70,6%
09Neraca Pembayaran · BI
BANK INDONESIA
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) · 2025
−US$ 7,8mdsdefisit
Rangkuman seluruh transaksi RI dengan dunia = transaksi berjalan + transaksi modal & finansial. Defisit 2025 (balik dari surplus US$7,2 mds) dipicu arus keluar modal asing dari SBN & impor naik.
Transaksi berjalan (CAD) · % PDB−0,8% aman
Neraca dagang · surplus beruntun69 bulan
Transaksi modal & finansialdefisit arus keluar SBN
Cadangan devisa · kecukupan5,6 bln impor
10Pasar Modal · BEI
BEI / IDX
Kapitalisasi Pasar BEI
Rp 12.700T · ~69% PDB
Tempat C & I bertemu pembiayaan; cermin keyakinan investor. Ritel domestik melonjak, tetapi modal asing menarik diri — sinyal tekanan global, bukan fundamental rapuh.
IHSG · live7.214
Investor · SID26,1 jt ▲28%
Asing · YTD 2026−Rp 33,8 T net jual
Transaksi harian · rata-rata~Rp 44 T
11Indikator Dini · Leading
sinyal awal arah ekonomi
Penjualan Kendaraan Bermotor · Jan–Mei 2026
+8,8% YoYMei melemah
Indikator dini membaca denyut ekonomi sebelum data PDB rilis. Mei 2026 melambat (penundaan insentif EV & rupiah lemah), namun tren kumulatif masih positif.
PMI Manufaktur51,3 ekspansi 8 bln
Mobil listrik (EV) · Q1 YoY▲ 95,9%
Konsumsi semen▲ positif
Penjualan listrik (PLN)▲ positif
12Harga & Inflasi · Rincian
BPS
Inflasi Umum (headline) · YoY
2,14%target 2,5±1
Stabilitas harga = syarat employment berkelanjutan. Inflasi inti rendah memberi ruang kebijakan.
Inflasi inti2,02%
Harga bergejolak (pangan)3,4%
Harga diatur pemerintah1,3%
Ekspektasi inflasiterjangkar
13Konteks Global
LIVE
Fed Funds Rate (AS)4,50%
Indeks Dolar (DXY)103,8
Brent · minyakUS$ 78/bbl
Batubara (ekspor RI)US$ 132/ton
CPO (ekspor RI)RM 4.150/ton
Pendorong eksternal: Fed & dolar menekan rupiah; harga komoditas mengangkat ekspor RI (lihat Sektor Eksternal).
14Simulasi Transmisi Keynesian · What-If
Pilih guncangan → lihat rantai dampaknya
🏛 Simulator Kebijakan Fiskal · berbasis APBN 2026
Posisi awal = APBN 2026 asli: Belanja Rp3.842,7 T · Pendapatan Rp3.153,6 T · Defisit Rp689 T (2,68% PDB). Geser untuk uji alternatif di sekitar rencana resmi.
Belanja Negara (G)Rp3.843 T
Pendapatan Negara / Pajak (T)Rp3.154 T
MPC — Kecenderungan Konsumsi (estimasi)0,70
Baseline: UU APBN 2026 (Belanja Rp3.842,7 T · Pendapatan Rp3.153,6 T · Defisit 2,68% PDB), asumsi PDB nominal ≈ Rp25.700 T. ΔPDB dihitung dari selisih terhadap rencana memakai multiplier Keynesian sederhana (1/(1−MPC)); angka riil Indonesia umumnya lebih kecil (kebocoran impor, crowding-out). Dampak utang kasar. Alat edukasi — bukan proyeksi APBN resmi.
15Bacaan Keynesian · Asisten AI
edukasi, bukan nasihat keuangan
Analisis Mendalam Claude Opus
Dampak BI-Rate naik? Posisi tiga puncak? Rupiah lemah → inflasi?
Bacaan Keynesian. Tanyakan kondisi makro Indonesia — saya membacanya lewat tiga puncak Keynes (employment, suku bunga, uang) dari data di terminal ini. Catatan: edukasi, bukan nasihat keuangan.
⚠ Jawaban dihasilkan AI dari data di terminal ini — bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan/investasi. Untuk analisis menyeluruh + skenario + rekomendasi kebijakan, gunakan tombol Analisis Mendalam (Opus) di atas.
16Berita Ekonomi
RSS